Terkini :
Keluarga Besar Tgk. Muslem Hamdani Mengucapkan Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1436.H
Showing posts with label Aswaja. Show all posts
Showing posts with label Aswaja. Show all posts

TASTAFI Siarkan Pengajian Melalui Radio Live Streaming

Pengajian TASTAFI setiap Jumat (Malam Sabtu) awal bulan di Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, sudah menjadi agenda pengajian rutin masyarakat Aceh, Pengajian yang di asuh langsung oleh salah seorang ulama karismatik aceh yaitu Al-Fadhil Abu Syech. H. Hasanoel Bashry. HG  (Abu MUDI). Bahkan beberapa jamaah yang telah menjadi anggota pengajian tetap jauh-jauh hari telah meluangkan waktu untuk dapat mengikuti pengajian ini, sehingga pada jadwal yang telah ditentukan mereka tidak lagi ada halangan dan lain sebagainya,
Tgk. Marwan selaku Ketua Panitia Pengajian TASTAFI Aceh mengatakan, Alhamdulillah Untuk bulan ini, pengajian Tastafi Insyaallah akan diadakan besok malam (6/6/2014). Pengajian tersebut diawali dengan pembacaan kitab Sirus Salikin dan selanjutnya diberikan kesempatan kepada jamaah untuk mengajukan pertanyaan secara langsung kepada Abu MUDI. Abu menilai, forum tanya jawab ini sangat penting karena barangkali materi yang disampaikan tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Pengajian TASTAFI selain dapat di ikuti langsung oleh masyarakat seputaran Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh juga disiarkan langsung melalui RRI Pro 1 Banda Aceh, tepatnya di frekwensi 97,7 FM. Sehingga masyarakat yang berada di luar Banda Aceh yang ingin mengikuti pengajian ini secara langsung bisa mengakses radio tersebut. Setelah beberapa bulan aktifnya pengajian TASTAFI banyak masukan dan saran dari para jamaah pengajian agar kedepan pengajian Abu Mudi dapat diakses melalui media internet secara Live (langsung), 
Kami atas nama  panitia menyambut baik serta sudah berupaya untuk dapat menyiarkan pengajian ini melalui radio streaming dan Alhamdulillah radio tersebut telah bisa di akses di situs www.radio.mudimesra.com, tujuan Live radio streaming selain usulan jamaah, tujuan lain supaya umat islam yang ingin mengikuti pengajian TASTAFI  juga dapat mengikuti baik berada di luar daerah maupun luar negeri.


Pengajian kali ini merupakan pengajian terakhir sebelum Ramadhan. Untuk itu, pihak panitia akan mengadakan Gema Selawat pada malam berikutnya, yaitu malam Minggu (7/6/2014) bersama Majelis Zikra Al-hasani untuk menutup serangkaian kegiatan Tastafi sebelum Ramadhan. Majelis Selawat ini akan dipimpin oleh Tgk. H. Sulaiman Hasan, Guru Senior Dayah MUDI Mesra dan Alumni Zabid, Yaman. Rencananya selawat dan qasidah yang dibaca pada umumnya mengenai perang hawa nafsu agar lebih siap dalam menyambut Ramadhan. Di samping itu, kegiatan selawat ini juga bertujuan untuk menggugah kembali rasa cinta dan mahabbah kepada Rasulullah SAW. (Muslem Hamdani/Iqbal Jalil)

Idealnya Sikap Perempuan Saat Dilamar

Penulis: Alhafiz Kurniawan
PBNU Pusat
Perempuan tentu peka terhadap keadaan di sekitarnya termasuk ketika ada seseorang lelaki yang melamarnya. Amatannya detail. Pancaindranya bekerja secara normal. Dari situ perempuan akan menanggapi gejala-gejala yang berkaitan dengan lamaran.

Tanggapan dan sikap perempuan harus dinilai wajar. Karena tentu saja perempuan tidak akan mempertimbangkan bibit, bebet, dan bobot seperti masyarakat feodal. Perempuan hanya mengamati perihal agama dan perilaku pelamarnya. Ini penting agar ia tidak menyesal di dunia maupun akhirat.

Islam memberikan catatan terkait sikap perempuan saat dilamar. Dalam kitab Adab fid Din, Imam Ghazali menyebutkan sebagai berikut.

آداب المرأة إذا خطبها الرجل ـ تأمر من تأمن به من أهلها إن كان صدوقا ـ أن يسأل عن مذهب الخاطب ودينه واعتقاده ومروؤته في نفسه وصدقه في وعده وتنظر من قرباؤه ومن يغشاه في بيته وعن مواظبته على صلواته وجماعته ونصيحته في تجارته وصنعته

"Adab perempuan bila dilamar seorang lelaki ialah meminta salah seorang keluarganya yang bisa dipercaya untuk pertama, menanyakan mazhab pria pelamar, agama, aqidah, nama baik, dan ketepatan janjinya. Kedua, perempuan itu juga perlu memerhatikan kerabat dan orang-orang rumahnya. Ketiga, ia juga penting untuk mengamati ketekunan sembahyang lima waktu dan perihal sembahyang jama'ah si pelamar. Keempat, ia mesti keapikan usaha dan sumber penghasilan pelamar."

Selain itu, Imam Ghazali dalam kitab yang sama menambahkan, perempuan perlu mengutamakan perhatiannya pada perihal agama ketimbang hartanya, dan perjalanan hidup ketimbang sebutan orang mengenai diri pelamar.

Qana'ah, kata Imam Ghazali, juga perlu dimiliki agar kemesraan dan rasa cinta keduanya semakin hangat. Qana'ah juga penting untuk mengusir rasa takut lelaki yang ingin melamar perempuan. Wallahu A'lam

Tradisi Maulid, Pelopor Nilai-Nilai Ibadah

Memasuki bulan Rabi’ul Awal atau yang dikenal orang jawa dengan “bulan mulud”, ada tradisi yang senantiasa dilestarikan oleh sebagian umat Islam, yaitu tradisi baca Al-Barjanzi atau Burdah dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Tradisi ini biasanya diselenggarakan dari rumah kerumah secara bergiliran, atau di masjid-masjid maupun mushalla, dengan cara membaca shalawat secara bersama-sama dimana salah satu dari yang hadir membaca Al-Barjanzi tersebut, sedangkan yang tidak membaca dianjurkan menjawab dengan bacaan shalawat.Setelah acara usai dilanjutkan dengan jamuan makan bersama. Entah makanan itu berupa maknan ringan, snack, ataupun lainnya. Kadang kala juga hanya sekedar minuman teh atau kopi.

Group Zikir As-Sunnah
Semarak membaca Al-Barjanzi ini tiada lain bertujuan untuk bershalawat, memanjatkan doa untuk Nabi Muhammad sebagai nabi yang telah memberi perubahan dari jaman kegelapan jahiliyah menjadi jaman pencerahan Islam. Meskipun doa kita sebagai hamba tidak dibutuhkan Rasulullah saw, mengingat posisinya sebagai makluk yang paling utama, tetapi bagi kita doa itu sendiri adalah ibadah. Sebagaimana hadits riwayat dari Nu’man Bin Basyir Radliyallahu Anhu, إِنَّ اَلدُّعَاءَ هُوَ اَلْعِبَادَة  Doa adalah ibadah yang berpahala.

Dalam penyelenggaraan membaca Al-Barjanzi tersebut menyimpan beberapa macam ibadah, diantaranya adalah, membaca shalawat kepada Nabi Muhammad, bersedakah berupa makanan, berdoa dan mendoakan, mengingat perjuangan para pendahulu dengan maksud dan tujuan mengambil hikmah dan pelajaran dari masa mereka.

Tentunya dibalik semua ibadah-ibadah diatas ada keberkahan dan anugerah yang akan diterima jika memang menjalankannya tulus karena mengharap pahala dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Hadits berikut memberi penjelasan mengenai keutamaan membaca shalawat, sebagaimana riwayat sahabat Ibnu Mas’ud Radliyallahu Anhu,
إِنَّ أَوْلَى اَلنَّاسِ بِي يَوْمَ اَلْقِيَامَةِ, أَكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلَاةً
Orang yang paling utama berada denganku kelak di hari kiamat adalah mereka yang banyak membaca shalawat kepadaku.

Sungguh keberkahan tiada tara bagi siapa saja umat muslim diantara mereka yang senantiasa memperbanyak membaca shalawat kecuali balasan pahala dari Allah Subhanu Wa Ta’ala, dengan menempatkannya bersama Nabi Muhammad.

Maka di bulan rabi’ul awal ini kita senantiasa membaca shalawat kepada Nabi Muhammad dan banyak mengerjakan ibadah-ibadah sunnah dengan maksud dan tujuan mendapat keberkahan dan rahmat serta pertolongan sari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. 
Sumber; http://www.nu.or.id/

PWNU Aceh Minta Pekan Kondom Dihentikan

Pimpinan Wilayah Nahdatul Ulama Aceh Tgk H Faisal Ali meminta Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI untuk menghentikan kegiatan pekan kondom nasional karena hal tersebut bertentangan dengan konteks ketimuran.

"Saya menyesalkan kampanye kondom itu dan minta pemerintah menghentikan kegiatan tersebut karena bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut mayoritas masyarakat Indonesia," katanya di Banda Aceh, Senin.
Faisal Ali yang juga mantan Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh itu juga meminta seluruh komponen masyarakat di provinsi ujung paling barat Indonesia tersebut untuk tegas menyatakan "haram" kampanye pekan kondom nasional.

Ia mengatakan seharusnya Kementerian Kesehatan memiliki program yang lebih cerdas dan positif dalam upaya mencegah penularan penyakit HIV/Aids di Tanah Air, misalnya dengan tidak memberikan izin bagi usaha-usaha terkait praktek prostitusi.

"Sebaiknya pemerintah tidak memberikan izin atau secara tegas menutup usaha-usaha yang bergerak dengan praktek maksiat, terutama prostitusi. Itu cara yang bisa diterima untuk mencegah penularan penyakit HIV/Aids," kata dia menambahkan.

Dengan digelarnya pekan kondom nasional yang diprakarsai Kementerian Kesehatan, Faisal Ali berpendapat seakan-akan pemerintah terkesan melegalkan "seks bebas" yang dikhawatirkan salah dipahami oleh generasi muda.

Khusus di Aceh, ia menegaskan pemerintah bersama legislatif serta komponen masyarakat lainnya dengan tegas menolak kegiatan tersebut dikampanyekan di provinsi mayoritas penduduknya adalah muslim itu.
"Kami menolak tegas program pusat terkait dengan pekan kondom nasional itu dilakukan di Aceh. Saya pikir masyarakat Aceh akan menolak kegiatan itu sebab bertentangan dengan nilai-nilai Syariat Islam," kata dia menambahkan.

Sebab, Faisal menjelaskan program bagi-bagi kondom itu jelas bertentangan keras dengan adat masyarakat, tidak hanya di Aceh tapi adat ketimuran rakyat Indonesia. Jadi, Pemerintah Pusat harus segera menghentikan kampanye bagi-bagi kondom karena mudharatnya lebih besar daripada manfaatnya.

MASYARAKAT ACEH LARUT DALAM PENGAJIAN TASTAFI


Jumat (07/03/2014) malam, warga banda Aceh begitu antusias mengikuti pengajian Tasawuf, Tauhid, Fiqih (Tastafi) yang diasuh oleh salah seorang ulama kharismatik Aceh, Syeikh Abu Hasanoel Bashri HG atau yang akrab disapa Abu Mudi di Masjid Raya Baiturrahman.
Sebelumnya Pengajian Tastafi diadakan di Meunasah Al-Latief Kampung Baro, tepat di belakang Mesjid Raya Baiturrahman. Namun mengingat jumlah jamaah yang semakin meningkat, tempat ini tidak muat lagi menampung jamaah dan Panitia mengambil inisiatif untuk memindahkan lokasi pengajian ke Mesjid Raya Baiturrahman. Pengajian ini diadakan sebulan sekali setiap Jumat (malam Sabtu) awal bulan.
Tgk Marwan selaku Ketua Penyelenggara Pengajian Tastafi dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pengurus Mesjid yang telah memberi izin pelaksaan pengajian Tastafi di Mesjid ini. Dukungan terhadap pengajian Tastafi juga datang dari Wagub Aceh, Muzakir Manaf.
“Saya berharap dan memohon kesedian Abu untuk mengasuh pengajian ini tidak hanya sebulan sekali, tetapi setidaknya dua minggu sekali, karena pengajian ini merupakan wadah yang sangat penting untuk memperbaiki moral rakyat Aceh.”
Dalam pengajian semalam, Abu MUDI memberikan syarahan kitab Sirus Salikin secara panjang lebar, khususnya menenai syariat, thariqat, dan hakikat. Syariat dan thariqat adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Bahkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassalam yang telah menerima pensyariatan shalat masih menunggu thariqat (metode) pelaksanaannya yang kemudian diajarkan Malaikat Jibril pada waktu zuhur. Sedangkan hakikat bukanlah sesuatu yang dapat dipelajari, akan tetapi itu merupakan satu kedudukan yang akan dicapai dan diberikan oleh Allah kepada orang-orang yang telah menjalankan syariat dan thariqat secara benar.
Abu juga menegaskan bahwa Islam tidak sempit, Islam sangat luas dan sangat toleran terhadap kondisi-kondisi tertentu.
Dalam kondisi hajat (kebutuhan), dharurah (terdesak), hukum Islam bisa saja berubah dari hukum yang sebelumnya haram menjadi mubah. Oleh karena itu diperlukan pendalaman dalam masalah fikih, sehingga hukum Islam dapat dipahami secara benar sesuai dengan kaedah fikih.
“Kun fil Fiqhi Mukaqqaqa, Wa fil fununi musyarika, pahamilah fikih secara mendetail dan mendalam, adapun disiplin ilmu yang lain sekedarnya saja, tauhid cukup sekedar tidak mensyarikatkan Allah dan tasawuf untuk memperbaiki akhlak,” ujar Abu menjelaskan.
Menurut Abu, untuk mendalami fikih butuh waktu yang lama dan bimbingan guru, karena banyak hal yang terkadang pemahamannya berbeda dengan makna lughawi.
Perlunya waktu yang lama belajar di pesantren adalah untuk beut yang hana meutuleh (mempelajari sesuatu yang tersirat), karena pada banyak sekali dalam Al-Quran, Hadits, dan kitab karangan ulama yang redaksinya menggunakan bahasa majazi, sehingga untuk menginterpretasinya butuh dukungan ilmu yang lain.
Dalam sesi akhir disediakan kesempatan tanya jawab kepada Majelis Pengajian dan pendengar Radio Pro 1 RRI. Dalam sesi ini, masalah yang menjadi sorotan adalah mengenai hukum asuransi, thariqat, shalat dengan imam mazhab lain, penafsiran hadis, arisan, pembagian tauhid, tawassul dan juga seputar masalah wanita.
Abu MUDI menjelaskan bahwa pembagian Tauhid menjadi tiga macam adalah hal yang muncul belakangan, tidak ada pada masa Rasulullah, Sahabat, Tabi’in dan para Imam Mazhab. Tauhid yang ditinggalkan oleh ulama salaf adalah tauhid yang terangkum dalam i’tiqad 50 yaitu tauhid yang merujuk kepada thariqah Asy’ariyyah dan Maturiyyah.
Pengajian Tastafi perdana telah berjalan sukses dan lancar. Namun ada beberapa ibu-ibu yang menyampaikan kekecewaannya karena dalam pengajian semalam tidak diberikan kesempatan bertanya kepada kaum wanita, padahal banyak juga perihal yang ingin mereka tanyakan secara langsung kepada Abu dalam pengajian ini.
Namun, apresiasi patut diberikan kepada Panitia yang telah menyenggarakan Pengajian ini sedemikian rupa, walaupun masih ada yang belum sempurna. Kita berharap ke depan pengajian ini akan semakin diminati dan menjadi wadah untuk memberikan jawaban dan solusi terhadap berbagai problematika umat di bumi Serambi Mekah ini.

Tokoh

Selengkapnya »

KAJIAN ISLAM

Selengkapnya »
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Muslem Hamdani - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack